Anna Patterson, mantan arsitek pencarian Google, beserta suaminya, Tom Costello dan beberapa alumni Google berusaha meluncurkan pencarian baru yang mereka janjikan. Perusahaan mereka yang diberi nama Cuil (dibaca: COOL) berjanji situs pencarian yang mereka luncurkan ini akan lebih komprehensif dibandingkan dengan Google.
Hingga saat ini Cuil telah memiliki indeks sebanyak 120 milyar web pages, tiga kali lebih banyak daripada situs pencarian lainnya. Salah satu rahasia utama Cuil terletak pada cara bagaimana meng-indeks-kan web dan mengatur kesangsian pengguna.
Cuil mengklaim bahwa mereka juga telah menurunkan biaya produksi. Menurut Anna Patterson, teknologi Cuil didasarkan pada konten aktual dari setiap halaman yang ada. Hasil yang diberikan Cuil kepada pengguna akan merepresentasikan seperti majalah, dan tidak terlihat seperti Web link vertikal yang berjejeran.
Selain itu, Cuil juga mengklaim bahwa tampilan mereka akan diperkaya dengan banyak foto yang tersebar secara horizontal, termasuk sidebar yang dapat diklik untuk belajar lebih jauh tentang topik yang sedang dicari pengguna.
Di samping itu, Cuil juga mengklaim akan memberikan hasil pencarian yang lebih baik daripada Google berdasarkan pada indeks website. Mereka tidak hanya melakukan pencarian berdasarkan kata kunci yang diketikkan pengguna, tapi juga mengerti bagaimana kata-kata itu berkaitan dan relevan dengan hasil pencarian untuk kemudian ditampilkan pada pengguna.
Hingga saat ini Cuil berharap dapat meraih traffic tinggi dan berjanji tidak akan menahan informasi yang diinginkan oleh penggunanya. Hal ini bertolak belakang dengan Google yang memberlakukan kebijakan privasi.
"Tim kami mendekati pengguna secara berbeda. Dengan keahlian kami dalam arsitektur pencarian dan menggunakan metode yang relevan, kami membangun situs pencarian yang relevan," ujar Patterson. Ia menambahkan, Internet semakin berkembang saat ini dan itulah saatnya pencarian dilakukan.
Redaksi SDA Asia Magazine






