SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 04 Desember 2008, 03:24
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

Feature
"Peta" Spam Oktober 2008

Jumlah pesan spam yang berisi link URL ke program berbahaya makin meningkat. Hal ini diungkapkan oleh laporan Spam yang dibuat oleh Symantec Messaging and Web Security.

Dari laporan ini terlihat, para spammer mulai menunjukkan minatnya pada isu perekonomian dan sekarang spam mencapai rata-rata 78% dari e-mail secara keseluruhan. Sementara itu, berdasarkan laporan tersebut, hingga saat ini, spammer terus memanfaatkan ambruknya pasar perumahan dan dan ketidakstabilan ekonomi secara keseluruhan di Amerika Serikat sebagai wahana untuk mempromosikan serangan spam mereka.

Dengan memanfaatkan perhatian yang mendalam terhadap kasus ini, spammer berharap dapat mengumpulkan informasi pribadi dari target. Apalagi berita mengenai perekonomian terus mendominasi headline, sehingga spammer akan terus menggunakan sudut berita ini untuk berusaha mengeksploitasi pengguna email.

Sementara itu, hingga saat ini Symantec mengamati berbagai "layanan" spam dari yang ekstrim hingga yang sangat aneh. Terdapat informasi baru dalam laporan rutin mengenai upaya unik spammer dalam memburu para korban.

Contohnya saja, pada September 2008, Symantec mengamati tren spam yang istimewa di mana spammer menawarkan peranti yang mereka klaim memungkinkan pengguna melihat hingga menembus pakaian. Menurut spammer, "Ini merupakan pembelian yang paling penting dalam hidup." Tujuan dari pesan spam ini adalah untuk memperoleh informasi pribadi dari penerima email dengan mempromosikan produk tersebut.

Dan pada akhirnya, mendekati pemilihan presiden AS, 4 November mendatang, spammer memanfaatkan minat dan perhatian pemilih terhadap para calon presiden dalam serangan mereka. Tercatat, selama Agustus dan September 2008, aktivitas para kandidat digunakan untuk menyebarkan malware.

Widia Yurnalis

 
Other Feature
 
 
News
 
Article