EMV merupakan standar atau sebuah set khusus untuk pembayaran kartu kredit dan menggunakan smart card, untuk menjamin interoperabilitas antara kartu chip dan terminalnya pada basis global, tidak tergantung produsen, institusi keuangan, atau pun lokasinya. Nama EMV merupakan singkatan pendahulunya Europay, Master Card, dan Visa.
Europay, Master Card, dan Visa mulai mengaktifkan kerja pada apa yang menjadi sepesifikasi EMV sekarang ini pada tahun 1993, dan versi pertama "EMV '96" dirilis Juni 1996. Spesifikasi EMV telah diatur, dijaga, dan ditingkatkan kemampuannya oleh EMVCo, yang dibentuk pada Februari 1999 oleh Europay, MasterCard, dan Visa. Dengan akuisisi Europay oleh MasterCard di tahun 2002 dan bergabungnya JCB International ke dalam organisasi ini tahun 2005, EMVCo sekarang ini dioperasikan oleh JCB International, MasterCard International, dan Visa International. Dasar spesifikasi EMV berbasis pada smart card, terutama microprocessor smart card.
Teknologi Smart Card
Smart card dapat diinterpretasikan sebagai kartu yang berisi integrated circuit (IC), atau integrated circuit card (ICC) atau dalam jargon umum, chip card. Secara prinsip, terdapat dua blok bangunan yang berdiri sendiri menentukan fungsi integrated circuit card yakni communication interface dan internal logic.
Walaupun ada rentangan aplikasi yang berbeda, terdapat dua kategori besar untuk ICC - memory card dan microprocessor card. Terdapat perbedaan mencolok antara memory card dan microprocessor card. Memory card biasanya berisi beberapa hardwired communication dan security logic serta sebuah read atau write memory, umumnya berupa read-only memory (EEPROM) yang dapat diprogram terhapus secara elektrik.
Microprocessor card memiliki microcomputer penuh berisikan sebuah central processing unit (CPU), satu read-only memory (ROM), satu EEPROM, random access memory (RAM), dan unit input atau output peripheral yang menangani proses komunikasi dengan dunia luar. Standar teknikal khusus adalah 8-bit atau 16-bit CPU, 16 hingga 64 Kbytes ROM, 8 hingga 1000 Kbytes EEPROM, dan 256 bytes hingga 1 Kbytes RAM. Microprocessor card ini memiliki kemampuan menyelesaikan instruksi yang diambil dari ROM atau EEPROM sebagaimana juga menampilkan pemrosesan data.
Dengan kata lain, microprocessor card merupakan chip card cerdas, yang mengintegrasikan sebuah microprocessor yang mengandung mekanisme software dan komunikasi, memungkinkan setiap kartu berkomunikasi dengan jaringan digital. Fitur ini memberikan keamanan dan kemampuan kegunaan dalam beberapa aplikasi. Oleh karena itu, microprocessor card bernilai penting dalam teknologi smart card yang ada saat ini.
Teknologi smart card telah berusia lebih dari 30 tahun. Dua inventor asal Jerman awalnya membuat kartu ini pada 1967, namun hak patennya didapat dari Prancis pada 1974. Penggunaaan praktikal pertama kalinya pada 1984 saat industri telekomunikasi Prancis menjadi perintis kartu telepon yang diterima khalayak. Saat ini, smart card digunakan dalam banyak industri secara global.
Mayoritas aplikasi gabungan untuk memory card menyangkut layanan pra pembayaran. Sejak memory card memiliki batasan storage dan kemampuan pemrosesan, serta tidak memiliki sumber tenaga untuk menjalankan sistem tersebut, perangkat ini dapat digunakan bersama dengan perangkat lainnya yang menyediakan tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan pemrosesan.
Terdapat banyak tipe perangkat yang dapat menerima memory card, termasuk telepon umum, mesin foto copy, printer, sejenis fare-collection machine dan mesin pembayaran (mesin kasir) di terminal bis. Saat memory card digunakan dalam mesin-mesin tersebut, tidak ada otentifikasi pengguna yang berlangsung. Kartu tersebut menyertakan nilai tertentu. Saat kartu tersebut dipasang dalam sebuah produk atau layanan, perangkat tersebut memiliki kemampuan menulis ulang nilai moneter terbaru kartu setelah pengurangan biaya untuk penyediaan produk atau layanan. Kartu tersebut dapat diisi ulang dengan menambahkan nilai finansial ke dalam kartu ini. Tidak ada perangkat baru yang dibutuhkan untuk menunaikan kasus itu. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan beberapa perangkat tersebut. Keuntungan pendekatan ini adalah kemampuan kartu yang membatasi kerugian bahkan jika kartu ini hilang atau tercuri sekali pun. Tidak ada informasi pribadi yang terdapat di kartu tersebut. Keuntungan terbesar bagi pelanggan adalah kemampuan menggunakan kartu yang sama di tempat berbeda, seperti kartu kredit.
Microprocessor card menyediakan kemampuan pengesahan terhebat, menjadikannya seperti calon sempurna kartu pribadi. Informasi pribadi seperti nomor keamanan sosial, informasi asuransi medis, macam pemenuhan, dan data penting seperti golongan darah dan alergi yang diketahui semuanya dapat dicantumkan di dalamnya. Data tersebut dengan cara berbeda dienkripsi, sehingga membatasi akses data bagi yang tidak berkepentingan. Pada saat yang bersamaan, dapat mempercepat tangkapan data untuk fasilitas medis.
Selain itu, data dapat dilindungi password. Sesuai pertimbangan mereka, dapat membuat informasi tertanam dalam kartu yang disediakan untuk provider potensial yang membutuhkannya. Prancis dan Jerman berinvestasi cukup besar di area ini, dan hanya masalah waktu sebelum yang lainnya melihat keuntungan yang bisa didapat dari kartu tersebut dan melakukan adopsi teknologi ini.
Kegunaan lain microprocessor card adalah dalam menyediakan keamanan. Beberapa perusahaan pribadi masih menggunakan smart card untuk fasilitas akses dan bisnis ke perusahaan lainnya. Beragam aplikasi dimungkinkan karena microprocessor card memiliki cukup memory untuk menyimpan informasi biometrik identitas seperti pemindaian selaput pelangi mata atau sidik jari.
Dalam lingkungan tertentu, microprocessor card dapat digunakan sebagai kartu identitas. Contohnya, pelancong yang sering menggunakan pesawat dapat memperjelas formalitas imigrasi di bandara dengan cepat, menggunakan microprocessor card. Proses cepat muncul karena adanya fakta bahwa pelancong tersebut hanya perlu memindai microprocessor card dan melakukannya juga terhadap sidik jarinya atau selaput pelangi matanya saat berlalu melewati pemeriksaan. Sistem dapat mencocokkan dua bagian informasi dan menerangkan tentang identitas pelancong tersebut dengan cepat. Hal tersebut menjadi nilai tambah di Eropa di mana terdapat banyak negara yang ingin mengidentifikasikan para pelancong tersebut. Di Amerika Serikat, Transportation Security Administration dapat menggunakannya untuk pengidentifikasian dengan lebih bagus lagi, memberikan insentif kepada pelancong yang sering melakukan perjalanan dengan pengimplementasian birokrasi pemeriksaan bandara yang cepat ini.






