SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 16 Oktober 2008, 05:29
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

JAX Asia 2008 - Conference for Enterprise Java, Enterprise Architectures and SOA
Interview
Membawa Solaris Menuju Jaman Partisipasi

SDA: Apa faktor pendorong keputusan Sun untuk merilis Solaris sebagai sebuah sistem opeasi open source?

Simon Phipps (SP): Beberapa faktor berbeda mempengaruhi pembuatan keputusan ini. Kami yakin bahwa setiap elemen kompleks dari piranti lunak pada saat nanti akan lebih baik bila dikembangkan oleh komunitas. Dengan demikian, arah dari elemen piranti lunak kompleks hampir sepenuhnya dikendalikan oleh komunitas. Kami telah melakukan hal tersebut dengan membuat berbagai development tool dan menciptakan komuntias NetBeans. Langkah sama akan kami lakukan untuk Solaris, dan membentuk komunitas OpenSolaris.  Anda akan menjadi saksi sebuah perkembangan berkelanjutan dimana piranti lunak kompleks ditangani open source. Dalam konteks keuntungan yang ada, telah terbangun begitu banyak komunitas Solaris, dan Open Solaris yang memberikan kesempatan pada kami untuk melibatkan mereka dalam pengembangan piranti lunak yang mereka andalkan. Kami percaya setelah proses itu terjadi, kami tidak perlu lagi memikirkan Solaris. Saya secara khusus berharap besar pada piranti lunak embedded karena bisa digunakan dalam bidang pendidikan secara luas. Kami memiliki sebuah komunitas pilot global yang dilibatkan dalam kerjasama selama sembilan bulan terakhir ini untuk OpenSolaris. Dalam komunitas pilot ini ada tiga kelompok anggota yang berencana memproduksi distribusi independen Unix berbasis OpenSolaris. Walaupun Solaris datang dari Sun namun akan ada pula distribusi Unix berbasis komunitas OpenSolaris. Hal ini berarti tidak hanya teknisi Sun yang bekerja untuk Solaris namun teknisi diluar kami yang akan membuka inovasi dan menjaga kualitas.
 
SDA: Mengenai OpenSolaris, apakah Sun berharap Linux semakin tergerus dari pasar?

SP:
Tidak. Saya sudah terlibat dengan tim Solaris selama setahun. Percayalah, mereka tidak pernah menyatakan hal seperti itu. Faktanya, Solaris adalah sebuah bagiam penting Sun selama 24 tahun, dan kebijakan kami soal OpenSolaris adalah tentang memperkuat komunitas. Sampai saat ini kelihatannya benar, saya memang melihat beberapa pengguna Linux migrasi ke Solaris sebab Solaris memiliki beberapa inovasi yang tidak dimiliki Linux sampai saat ini. Namun, OpenSolaris sama sekali tidak berhubungan dengan Linux. Hal ini melulu tentang pemberdayaan komunitas, dan membawa Solaris ke jaman partisipasi. Ini bukan persoalan siapa lawan siapa.
 
SDA: Bagaimana anda menempatkan OpenSolaris khususnya terhadap Linux?

SP:
Adam komunitas open source lainnya seperti FreeBSD, NetBSD dan Linux. Ada banyak komunitas sistem operasi diluar sana, dan OpenSolaris adalah salah satunya. Jika anda melihat komunitas-komunitas tersebutm mereka semua independen satu sama lainnyadan cuma berkompetisi dalam hal-hal kecil saja. FreeBSD, sebagai contoh, adalah sistem operasi berbasis Unix yang sangat luas digunakan. Ada komunitas yang menggunakan FreeBSD, Linux, dan lainnya bisa saja Solaris. Kami berharap komunitas itu untuk mendekati source piranti lunak yang mereka gunakan untuk terus mengembangkan kemampuannya. Kami tidak melakukan apa-apa terhadap Linux. Bahkan, kami berkomitmen untuk membantu pelanggan kami untuk mencari piranti lunak yang tepat untuk mereka. Ini bukan soal melukai siapapun, tapi membantu komunitas yang ada agar meraih masa depan dengan tangan mereka sendiri.

SDA: Anda menyatakan telah melihat pengguna Linux migrasi ke OpenSolaris. Kelompok mana menurut anda paling siap mengadopsi OpenSolaris?

SP:
Secara pribadi, saya tidak mengatakan bahwa saya melihat sejumlah besar pengguna Linux yang pindah. Kami telah menyaksikan beberapa pelanggan kami memutuskan kembali ke Solaris setelah menggunkan Linux. Mereka mengatakan Linux memang hebat namun Solaris lebih cocok untuk kebutuhan mereka. Ketika anda menjalankan data center, Solaris 10 adalah sistem operasi yang jauh lebih baik dibanding Linux., khususnya disebakan oleh kemampuan Dtrace yang akan menjaga sistem tetap hidup walaupun pada beban puncak. Solaris Container memberikan keuntungan bagi pengguna karena bisa menggunakan kapasitas ekstra prosesor untuk menjalankan salinan Solaris lainnya.  Dengan SMF, sistem self-healing dan instalasi, anda bisa memaksimalkan uptime dan mempermudah instalasi. Tiga inovasi ini yang mendorong mereka kembali ke Solaris. Saya orang open source jadi saya tahu hal tersebut sangat bermanfaat. Namun demikian, Linux bisa bergerak ke arah seperti ini hanya saja kami tetap akan terus memimpin. Saya tidak menggambarkan sebuah peristiwa migrasi besar-besaran.

SDA: Sejak pengumuman inisiatif Sun ini, banyak terjadi salah konsepsi dan salah pengertian tentang OpenSolaris. Menurut anda, hal apa yang paling umum salah dipahami?

SP:
Mungkin yang paling banyak adalah tentang cara mendapatkan uang dari cara seperti ini. Ketika orang menanyakan hal tersebut, ini menggambarkan bagaimana mereka tidak memahami opens ource. Open source adalah tentang pembuatan piranti lunak yang dibagikan dimana ahli piranti lunak bisa mengambil keuntungan ekonomis dari hal itu. Masyarakat yang menggunakan Solaris 10 tidak akan menemukan perbedaan antar yang kemarin dan hari esok sebab mereka terus memiliki sistem operasi handal, sangat stabil, kuat, dan aman dan didukung Sun. Mereka akan tetap membayar layanan dari Sun agar sistem operasi ini terus berjalan. Kita akan tetap mendapatkan uang dari Solaris. Hanya karena kode itu diserahkan pada komunitas untuk dikembangkan bukan berarti kita menghentikan dukungan pada pelanggan saat menjalankan bisnisnya. Kami menerima profit dari pasokan produk dan layanan.

SDA: Anda yakin OpenSolaris bisa melakukan hal tersebut seperti Linux sebelumnya?

SP:
Saya sangat percaya diri sebab OpenSolaris tidak dimulai dari nol. Kami telah membangun komunitas perintis OpenSolaris selama sembilan bulan ini. Kami sudah tiga kali kelebihan pendaftar. Sampai saat ini Solaris 10 sudah diunduh jutaan kali. Setiap orang yang mengunduh adalah anggota potensial komunitas. Kami memiliki banyak ISV yang telah menjadi bagian dari komunitas Solaris, dan ingin menjadi bagian dari komunitas OpenSolaris. Pendapat saya tentang komunitas OpenSolaris adalah, kami benar-benar memberdayakan sebuah komunitas yang ada, sementara itu, komunitas Linux telah tumbuh lapis demi lapis. OpenSolaris akan memiliki jutaan orang pengguna di seluruh dunia, dan menjadi bagian penting komunitas pengembang OpenSolaris.

SDA: OpenSolaris dan Linux adalah sistem operasi open source, orang senang membandingkan kedua. Apa pendapat anda?

SP:
Seringkali masyarakat bertanya dengan referensi yang salah. Contohnya, OpenSolaris bukanlah sistem operasi. OpenSolaris adalah sebuah komunitas kode open source dan Solaris itu yang merupakan sistem operasi. Kami membangun solaris dari OpenSolaris. Disisi lain, Linux itu bukan sistem operasi tapi nama sebuah kernel. Kernel itu adalah salah satu komponen dalam sekumpulan berbagai komponen yang disusun oleh organisasi seperti Red Hat, SuSE, debian untuk menciptakan sistem operasi. Untuk melakukan perbandingan, anda harus mengambil sesuatu yang akan dibandingkan itu sendiri. Anda akan membandingkan Solaris 10 dengan Linux Red Hat Enterprise? Saya bisa melakukannya fitur demi fitur. Namun, ketika bicara soal komunitas, tidak ada alat ukurnya. Ada definisi terbuka soal individu dalam komunitas dan karyawan perusahaan yang bekerja dengan kode agar bisa bermanfaat bagi mereka. Dengan pengertian itu, mereka sangat mirip satu sama lain. Sebagai contoh, beberapa teknisi Sun yang membantu Mozilla yang sama dengan yang digunakan oleh Linux Red Hat Enterprise. Orang Sun yang bekerja juga untuk Gnome adalah orang yang sama di desktop Gnome untuk sistem distribusi Linux berbeda. Komunitas yang bisa dianggap sama dalam beberapa kasus. Pertanyaan mengenai pembandingan adalah antara output komersial dalam komunitas.
 
SDA: Hubungan apa yang lihat antara OpenSolaris dan Linux?

SP:
Keduanya adalah sistem operasi yang bisa digunakan untuk server. Linux adalah source code orisinal yang didasarkan pada karya Linux Tovald. Solaris itu benar-benar Unix. Semua pembandingan yang membuat media tertarik adalah soal pemasaran, dan saya tidak melakukan hal itu.

SDA: Berapa lama dibutuhkan untuk mematangkan komunitas OpenSolaris?

SP:
Jika anda melihat komunitas open source, seringkali komunitas ini digunakan oleh para ahli untuk menciptakan keuntungan ekonomis. Komunitas ahli ini sudah terbentuk dengan sejumlah besar teknisi Sun di dalamnya. Pada hari pembukaan, komunitas dimulai dengan 4-figur teknisi sebagai anggota. Jadi, sejak dibuka, komunitas itu sudah matang. Satu hal yang ingin kami lihat adalah bergabungnya orang-orang di luar Sun. Ini yang membedakan dengan komunitas open source Linux, dimana Linus Torvald masih ikut mengontrol. Jika anda mengamati source code Linux, anda akan menemukan hanya sedikit orang yang benar-benar berkomitmen dan mengembalikan hasil rekayasanya ke kernel Linux sendiri. Ribuan lebih orang menyarankan penggunaan Linux, namun hanya sedikit yang menyumbang untuk kernel itu sendiri. Solaris, saya pikir, akan berkembang menuju komunitas yang sangat luas yang memiliki komitmen terhadap kode itu sendiri. Ada seorang teknisi yang bertanggung jawab penuh pada setiap bagian dari Solaris. Tugas saya sebagai anggota dewan penasehat komunitas adalah membuat aturan yang akan menjaga kontrol tetap terbagi. Tujuan saya adalah membawa komunitas ke area global, tidak untuk lingkungan teknisi Sun saja. Tentu saja butuh waktu. Perkiraan saya mungkin mencapai 18 bulan sampai dua tahun.

 
Other Article
 
 
News
 
Feature