SDA: Bagaimana konsep human network?
Pudja Unggul (PU): Human network merupakan bentuk platform baru. Cisco pada waktu lalu dikenal oleh kalangan industri, khususnya di dunia IT sebagai vendor yang membangun infrastruktur network. Dengan tren yang mengarah pada pengguna dari jaringan Internet, maka ini berarti bagaimana pengguna merasakan banyak hal dalam dunia Internet, misalnya musik, literatur, film, bisnis, entertainment, dll.
Dengan pendekatan yang sama kita re-branding yang mengarah pada human network. Berarti masalah memilih jaringan bukan lagi menjadi hambatan karena orang lah yang membuat jaringan. Ini berarti, manusia yang memanfaatkan.
SDA: Apakah solusi platform itu bisa dibagi-bagi?
PU: Jika dibagi-bagi dari sisi end user, itu bisa bermacam-macam. Tapi kalau dari segi platform sendiri, semuanya berbasis IP. Bagaimana pun dari end terminalnya misalnya handphone, komputer, dll bisa bermacam-macam. Tapi platform yang menjalankan dari transaksi data semuanya berbasis IP, misalnya IPTv. Televisi sekarang sebenarnya adalah televisi analog. Dengan IPTv, infrastruktur di dalamnya sudah berbasis IP.
SDA: Apakah terdapat perbedaan penggunaan jaringan di negara berkembang dan di negara maju?
PU: Di Malaysia terdapat satu konsultan yang menyatakan, satu-satunya yang ada di antara dunia negara maju, berkembang, dan negara terbelakang adalah teknologi yang bisa langsung diterapkan yaitu teknologi infrastruktur komunikasi. Telekomunikasi seperti seluler misalnya, penggunanya tidak melihat di mana dia menggunakannya. Kalau kita bergerak kepada IP, maka analogi dunia IP sama. Internet tidak membedakan negara mana. Selama negara itu mempunyai kemungkinan untuk koneksi ke internet, maka manfaatnya seimbang. Jadi wujudnya tidak ada perbedaan mengenai IP, network, convergence, voice, video, dan data.
SDA: Bagaimana dnegan market share?
PU: Menurut IDC, Cisco adalah leader untuk penyedia perangkat jaringan data (switch, router).
SDA: Bagaimana dengan gambaran solusi berbasis IP saat ini?
PU: Gambarannya sangat positif. Pertama, pemerintah serius dengan dibentuknya Dewan TIK Nasional. Dari situ, dihasilkan inisiatif berbasis IP dan NGN. Cisco membuka kontribusi tentang ini. Kalau pemerintah sudah memberi inisiatif, tentunya pemerintah sudah melihat gambaran dari situasi ekonomi, tantangan, dan globalisasi. Di 2007, perkembangannya positif. Pasti ada growth.
SDA: Bagaimana dengan gambaran market sekarang ini?
PU: Secara umum, gambaran market bisa terlihat dari dunia telekomunikasi karena sangat berdekatan dengan IP. Growth-nya di atas 50%. Penyelenggara komunikasi banyak yang mau menggelar tentang jangkauannya, misalnya banyak BTS yang sudah mengarah ke arah data.
Mengenai 50% ini bisa membantu perusahaan membangun infrastrukturnya. Jadi kita mengejar kebutuhan objektif mereka yang mau double digit, khususnya menyangkut data. Kedua, bila melihat pada pengguna Internet, Indonesia berada di posisi ke-13 dan itu signifikan. Itu berarti pilihan untuk mendapat koneksi juga semakin mudah. Jenis-jenis media juga membuat mudah. Jadi tidak tergantung dial up saja, tapi ada satelit, fiber optic, wi-fi, dll sehingga memudahkan.





