SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 04 Desember 2008, 03:19
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

Interview
Menilik Pasar Security 2007

Ancaman terhadap keamanan sistem informasi memiliki dampak hilangnya data dan informasi. Selain itu, tidak amannya sistem informasi mengakibatkan terganggunya komunikasi jaringan komputer, termasuk kelumpuhan sistem e-mail. Melalui wawancara dengan Nigel Stewart, Country Manager McAfee Indonesia dan Malaysia, bisa diketahui bagaimana pasar antivirus secara global dan regional yang ada saat ini. Berikut kutipan wawancaranya.


SDA: Berdasarkan data, antivirus mana yang saat ini berada di tiga besar?
Nigel Stewart (NS): Gartner menyatakan, McAfee adalah nomor satu dalam hal kapabilitas teknologi. Tapi ini tidak berarti dari segi market share McAfee nomor satu. Untuk urutan antivirus secara global, Symantec tetap menjadi nomor satu untuk consumer. Untuk Symantec, pasar enterprise belum begitu luas. Sementara itu, posisi nomor dua untuk antivirus di tingkat global ditempati oleh McAfee, disusul oleh Trend Micro di tingkat ketiga. Jika berbicara mengenai regional, yaitu di Asia, Trend Micro menempati posisi nomor satu untuk antivirus. Mereka sangat kuat di Asia, terutama di Jepang, sementara Symantec dan McAfee memiliki market share yang lebih besar di Amerika dan Eropa. Tapi pertumbuhan di Asia sangat besar. Jadi, untuk Asia, McAfee berada di posisi nomor dua di Asia, disusul oleh Symantec.


SDA: Area apa yang akan menjadi pasar paling menjanjikan untuk security?
NS: Wireless menjadi kunci dalam area publik. Selain itu, mobile phone juga ke depannya akan semakin berkembang pesat dengan menggunakan operating system. Dengan demikian, akan semakin banyak fitur dalam mobile phone. Imbasnya, mobile phone akan semakin mudah terinfeksi virus. Tak heran bila mobile phone akan menjadi pasar yang besar untuk antivirus.


SDA: Bagaimana Anda melihat tren akuisisi?
NS: Hal ini bergantung pada kebutuhan yang ada. Ke depannya, McAfee sudah melihat berbagai perusahaan. Kami punya uang tunai sebesar USD 1 milyar. Jadi kami sedang melihat industri teknologi. Data loss prevention adalah area yang sangat berkembang di pasar ini dan akan menjadi salah satu fokus dalam melihat partner. Selain itu, pasar yang bisa dilirik adalah keamanan laptop yang berkaitan dengan enkripsi. Solusi enkripsi ini akan menjadi area yang diincar McAfee. Mungkin area ini akan menjadi pertimbangan dalam akuisisi solusi enkripsi. Karena dengan data loss prevention, kita bisa mengontrol e-mail dan aktivitas lainnya. Dengan demikian, McAfee akan memperkuat persyaratan compliance. Regular compliance juga akan membuat kami meningkatkan kapabilitas di desktop.


SDA: Bagaimana dengan pandangan Anda menyangkut pasar Indonesia?
NS:
Pada 2005, McAfee mencatat perkembangan yang baik di Indonesia. Kami fokus pada network security di Indonesia. Kami juga fokus di penjualan pada konsumen Indonesia. Pada 2005, kami menjual 800-850 ribu intruShield. Selain itu, pada 2005, pendapatan yang diraih mencapai USD 1,3-1,4 juta. Ini angka yang tidak biasa karena kami sangat kuat di sistem. Pada 2006, kami tidak tampil dengan baik di Indonesia. Kami tidak menjual pada angka yang sama di Indonesia untuk keamanan jaringan. Pada 2007, kami berusaha mencapai USD 1,4 juta untuk penjualan dengan rencana pendapatan USD 1,2 juta. Kita berusaha mencapai pertumbuhan 40%. Di Indonesia, terdapat banyak konsumen potensial yang siap membeli produk keamanan.


SDA: Untuk skala global dan Indonesia, perusahaan mana saja yang sudah menggunakan McAfee?
NS: Untuk skala global, perusahaan yang menjadi leader untuk security di Asia ini telah menggandeng berbagai konsumen seperti Citibank, HSBC, American Express, Visa, Motorola, Prudential, Amway, dan British American Tobacco. Sementara itu, di Indonesia, McAfee telah menggandeng Telkomsel, BCA, Bank Danamon, BRI, Bank Mandiri, Bank Permata, BI, Allianz, Trakindo, Newmont Mining, dan Sampoerna sebagai konsumennya.


Widia Yurnalis

 
Other Article
 
 
News
 
Feature