SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 07 Agustus 2008, 23:01
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/2008
      

Write for Us!

News
Jumlah Jaringan Pitalebar Meningkat

Jumlah koneksi pitalebar bergerak atau Mobile Broadband (HSPA) di Indonesia lampaui jumlah koneksi pitalebar tetap (fixed broadband). Hal ini diumumkan oleh GSM Association (GSMA), asosiasi perdagangan global untuk industri bergerak (mobile).

Menurut Wireless Intelligence, pada akhir tahun 2007 (setahun setelah peluncuran HSPA di Indonesia), sebanyak 315.000 orang Indonesia mengakses Internet melalui teknologi berkecepatan tinggi ini. Di lain pihak, jumlah koneksi pitalebar di Indonesia tetap berada di kisaran 300.000.

"Indonesia memimpin di Asia Tenggara dalam adopsi layanan pitalebar bergerak. Untuk mengkonsolidasikan posisi terdepan ini, perlu adanya penambahan spektrum yang diizinkan dengan harga terjangkau bagi operator," ujar Ricardo Tavares, Senior Vice President for Public Policy di GSMA.

Tavares menambahkan, sangat penting untuk mengembangkan rencana spektrum jangka menengah di Indonesia yang memungkinkan operator bergerak untuk memperluas jaringan layanan pitalebar. Selain itu, menurutnya, diberlakukannya rencana spektrum ini juga harus disertai biaya terjangkau seperti layanan sambungan suara dan SMS.

Dari segi investasi, Tavares mengimbau agar Indonesia dapat memastikan kesetaraan antara investor asing dan investor lokal. Hal ini dilakukan agar Indonesia dapat memaksimalkan kegiatan investasi di layanan pitalebar bergerak serta mendapat manfaat dari sektor ekonomi dan sosial.

Berdasarkan data Wireless Intelligence, sebuah divisi di GSMA, saat ini terdapat lebih dari 32 juta koneksi HSPA di seluruh dunia. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan perolehan di akhir kuartal pertama 2007 yang hanya mencapai 3 juta koneksi. Pitalebar bergerak semakin mendapatkan momentum karena semakin banyak operator meningkatkan kualitas jaringan 3G dengan teknologi HSPA dan bertambahnya jumlah handset HSPA serta modem yang masuk ke pasar.

Sementara itu, jumlah jaringan pitalebar bergerak HSPA di seluruh dunia meningkat 44 persen menjadi 166 jaringan antara bulan Mei 2007 dan Maret 2008. Lebih dari 73 negara saat ini memiliki layanan HSPA.

GSMA memperkirakan, saat ini ada lebih dari 467 perangkat HSPA yang tersedia di seluruh dunia. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan Januari 2007 yang hanya mencapai 128 perangkat. Perangkat ini mencakup perangkat bergerak, PC, notebook, data card, wireless router, dan USB modem.

Indonesia merupakan negara dengan populasi keempat terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk sekitar 245 juta jiwa, tingkat penetrasi peralatan bergerak di Indonesia mencapai 39%. Saat ini, Indonesia memiliki empat jaringan HSPA yang dioperasikan oleh Indosat, Excelcom, Telkomsel, dan Hutchinson 3 Indonesia.

Widia Yurnalis

 
Other News
 
Advertisement Space
 
Article
 
Feature