Sekitar 99% CEO menyatakan, teknologi tidak dapat dipisahkan dari bisnis perusahaan. Sementara itu, 43% CEO merasa rencana TI mereka sudah cocok dengan tujuan bisnis perusahaan.
Berkaitan dengan penerapan TI dalam bisnis perusahaan, pada survei yang dilakukan oleh perusahaan analis Enterprise Strategy Group kepada pengguna virtualisasi, sebanyak 28% mengatakan, mereka berencana mengimplementasikan virtualisasi server dalam waktu enam bulan ke depan, sementara 42% menyatakan akan melakukan implementasi tahun depan. Implementasi yang tidak terlalu cepat ini dikarenakan masih banyaknya perusahaan yang menganggap bahwa membeli storage dengan seluruh biaya yang mengikuti pemakaiannya adalah mahal.
Anggapan ini dilemahkan oleh riset analis, di mana mereka memperkirakan pasar storage eksternal di kelas entry-level pada tahun 2006 mencapai USD 2,8 miliar. Sementara itu, pada tahun 2007, HP dilaporkan meraih pangsa pasar sebesar 21% di segmen ini.
Menurut Jim Wagstaff, Vice President dan General Manager StorageWorks Division Hewlett-Packard Asia Pasifik dan Jepang, HP terus menanamkan investasi dan memperluas portofolio solusi storage entry level untuk memenuhi permintaan bisnis di semua segmen pasar. Ia menyatakan, peran storage sangat krusial bagi perusahaan berskala menengah dan korporat. "Biasanya karena pesatnya pertumbuhan dan lalu lintas data, timbul masalah yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan," ujarnya.
HP sendiri menurutnya, memperkenalkan disk storage-nya untuk pelanggan skala menengah berupa HP StorageWorks 4400 Enterprise Virtual Array (EVA4400). Storage ini menawarkan fitur ketersediaan dan kemampuan virtualisasi.
Sementara itu, pengujian pihak ketiga menunjukkan, dalam pengelolaan EVA, manajer TI mengalami penurunan waktu sampai 75% karena kemudahan penggunaannya dibanding dengan penggunaan produk dari EMC dan NetApp.
Widia Yurnalis






