SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Kamis, 16 Oktober 2008, 05:35
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

JAX Asia 2008 - Conference for Enterprise Java, Enterprise Architectures and SOA
News
Ericsson Pertajam Bisnis di Indonesia

Saat ini terdapat hampir 3 milyar pelanggan komunikasi bergerak secara global. Jumlah ini akan meningkat menjadi 5 milyar pada tahun 2012.

Indonesia dengan jumlah populasi 232,9 juta penduduk pada tahun 2007 dan penetrasi pasar komunikasi bergerak sebesar 40%, serta tingkat Average Revenue Per User (ARPU) USD6 per bulan, menjadikannya sebuah negara dengan pangsa pasar komunikasi bergerak yang sangat potensial. Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi para penyedia layanan telekomunikasi bergerak.

Sementara itu, Bengt Thornberg, Presiden Direktur PT. Ericsson Indonesia mengatakan, Ericsson menawarkan solusi Communication Expander yang memungkinkan para operator untuk memenuhi tantangan tersebut. "Solusi ini digunakan untuk melayani pertumbuhan pelanggan dengan pendapatan yang rendah dan di saat yang sama meningkatkan penggunaan di kalangan pelanggan baru atau pun yang telah ada di tingkat pendapatan yang lebih tinggi," ujar Thornberg.

Hingga saat ini, komunikasi bergerak mempunyai dampak positif sosial ekonomi, baik pada tingkatan mikro maupun makro. Pada tingkatan mikro, komunikasi bergerak dapat meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kesempatan kerja, pendapatan individu, membangun jaringan sosial yang lebih kuat, meningkatkan keamanan, dan mengurangi kebutuhan untuk berpergian.

Pada tingkatan makro, komunikasi bergerak akan meningkatkan efisiensi, memungkinkan pembangunan teknologi untuk wilayah pedesaan, merangsang pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) dan mendorong perkembangan sosial secara keseluruhan.

Selain itu, akses komunikasi yang lebih baik dapat membantu mengangkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara dengan merangsang terciptanya peluang bisnis serta pendapatan. Fakta baru-baru ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, penurunan tarif telepon selular dan peningkatan jumlah pengguna telepon bergerak yang signifikan di Indonesia, telah memberikan sumbangan terbesar terhadap deflasi di bulan April 2008 sebesar 0,21 persen.

Survei yang dilakukan oleh Ericsson ConsumerLab juga menunjukkan, pengguna di segmentasi pendapatan rendah bersedia membelanjakan porsi pengeluaran di atas pendapatan mereka (5 - 20 persen) pada komunikasi bergerak karena akan membuka peluang pendapatan baru, terutama untuk wira usaha dan bisnis mikro.

Selain itu, memberdayakan layanan komunikasi akan memungkinkan komunikasi bergerak, termasuk di dalamnya akses informasi untuk melakukan berbagai transaksi finansial dan melakukan pembayaran dengan transfer airtime.

Widia Yurnalis

 
Other News
 
 
Article
 
Feature