Indonesia memiliki lebih dari 16,3 juta pelanggan CDMA2000 per kuartal 1 2008 (Q1 2008). Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di Asia Tenggara untuk pertumbuhan pelanggan 3G CDMA.
Peningkatan pertumbuhan ini terjadi karena tersedianya ultra low cost handset dan tarif terjangkau yang penting bagi pengembangan teknologi dan layanan di pasar berkembang. "Indonesia telah berkembang sebagai pasar yang penting dari skema core value CDMA2000," kata Perry LaForge, Executive Director, CDG.
LaForge menyatakan, dengan kombinasi yang dinamis antara ultra low cost handset dan layanan broadband, enam operator CDMA Indonesia telah meningkatkan pendapatan mereka dan mengembangkan wilayah ini menjadi pusat perhatian bagi pertumbuhan mobile telephony dan Internet.
Hingga saat ini, operator CDMA2000 Indonesia adalah Telkom Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), Smart Telecom, Fren (Mobile-8 Telecom), Esia (Bakrie Telecom) dan Ceria (Sampoerna Telekomunikasi Indonesia atau STI). Hingga Maret 2008, jumlah total pelanggan CDMA2000 dari enam operator telah melampaui 16,3 juta, meningkat dari 14,4 juta pada akhir 2007 dan 7,8 juta pada akhir 2006.
Sementara itu, A.R. Martirez, Chief Executive Officer, PT. Smart Telecom menyatakan, pihaknya mengambil langkah cepat dalam melakukan penetrasi pasar dan memperluas pasar melalui berbagai produk dan layanan yang ada.
Di lain pihak, Rakhmat Junaidi, Corporate Services Director, PT. Bakrie Telecom menyatakan, dengan CDMA2000, pihaknya yakin bahwa sebagian besar orang Indonesia akan menggunakan layanan ini untuk berbicara, SMS, surfing, mail, bahkan menonton TV.
Widia Yurnalis





